[ads-post]
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan


GarangNews- - Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa dia memerintahkan pemeriksaan lebih ketat terhadap para pelancong yang mengunjungi Amerika Serikat (AS) menyusul serangan terkait teror mematikan pertama di New York sejak 11 September 2001.

"Saya baru saja memerintahkan Keamanan Dalam Negeri meningkatkan program pemeriksaan yang sudah ekstrem. Merasa benar secara politik boleh saja, tapi tidak untuk ini!" cuit Trump.

Pekan lalu, maskapai penerbangan global mulai menerapkan wawancara keamanan bagi para pelancong dengan tujuan AS sebelum pendaftaran penumpang untuk masuk ke pesawat.

Upaya sang presiden untuk melarang masuk para pelancong dari negara mayoritas muslim menghadapi hambatan-hambatan hukum.

Pemerintahannya telah mengumumkan bahwa mereka akan kembali menerima pengungsi setelah larangan 120 hari, meskipun pendatang dari 11 negara "berisiko tinggi", kebanyakan dari negara mayoritas muslim, masih akan dilarang menurut siaran kantor berita AFP.


GNews - Otoritas Australia di Darwin, Selasa (17/10) pukul 15.00 waktu setempat, telah memusnahkan kapal ikan asal Indonesia, KM Hidup Bahagia.

Berita faksimile Konsul RI Darwin Nomor B-00217/Darwin/171013 yang diterima di Kupang, Kamis (19/10), menyebutkan bahwa pemusnahan kapal itu di Bhagwan Marine Site, East Arm Darwin. KM Hidup Bahagia sebelumnya ditangkap oleh otoritas Australia atas dugaan illegal fishing di Australian Fishing Zone (AFZ) pada tanggal 8 Oktober 2017.

Hadir dalam pemusnahan kapal tersebut, beberapa wakil dari instansi terkait di Darwin, yaitu AFMA, Department of Agriculture and Water Resources, Australian Government, dan Fisheries Division of the Departement of Primary Industry and Fisheries, Northern Territory Government, dan Konsul RI di Darwin.

Pemusnahan kapal dengan cara memindahkan kapal ke lokasi khusus dari tepi Laut Ice daratan dengan menggunakan alat berat crane, memindahkan barang-barang dari dalam kapal berupa alat pancing dan bahan dari plastik agar tidak ikut terbakar.

Petugas kemudian memasukkan jerami keririg, lalu menyiram dengan minyak diesel, lantas dibakar pada pukul 16.30 petang. Pembakaran oleh kontraktor swasta dan keseluruhan proses memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam.

Sementara itu, alat pancing dan bahan-bahan dari plastik yang diambil dari kapal disemprot dengan cairan disinfektan, selanjutnya dikubur.

Sesuai dengan Australian Fisheries Management Act 1991, AFMA dapat melakukan pemusnahan terhadap kapal yang ditahan apabila biaya pemeliharaan kapal sejak ditangkap melebihi nilai kapal itu sendiri.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari AFMA, biaya pemeliharaan kapal penangkap ikan KM Hidup Bahagia mencapai sekitar 7.000 dolar Australia per had atau sekitar Rp74 juta.

Apabila di kemudian hari putusan pengadilan menyatakan KM Hidup Bahagia tidak bersalah melakukan "illegal fishing", pemerintah Australia sesuai dengan putusan pengadilan berkewajiban mengganti kerugian sebesar nilai kapal yang telah dimusnahkan (Pasal 106 G Fisheries Management Act 1991).

Berita faksimile itu ditandatangani Petugas Komunikasi Nuryatmo Konsul Protokol dari Konsuler Octavin Dewi.

GNews - Mantan presiden Irak dan pemimpin Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) Jalal Talabani meninggal dunia pada Selasa waktu setempat (3/10).alabani yang mengalami stroke dirawat di sebuah rumah sakit di Jerman setelah kesehatannya memburuk baru-baru ini. Dia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.

Talabani merupakan pemimpin veteran perjuangan Kurdi untuk mendapat hak menentukan nasib sendiri. Dilahirkan pada 12 November 1933 di Desa Kelka, dekat Kota Koy Sanjaq, Irak Utara.

Talabani yang berusia 84 tahun itu merupakan negarawan Kurdistan terkemuka serta pendiri PUK yang merupakan salah satu dari dua partai berkuasa di wilayah otonomi Kurdi. Talabani merupakan pejuang hak-hak Kurdi dan demokrasi di Irak selama lebih dari 50 tahun.

Selain bahasa Kurdi, Talabani juga fasih berbahasa Arab, Persia dan Inggris. Talabani dikenal sebagai pembawa perdamaian Irak. Ia memainkan peranan penting dalam penyatuan negara itu pada masa-masa setelah pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat menyerang Irak.

Kondisi kesehatan serta lamanya dia tak muncul di publik menyebabkan pengaruhnya menurun.

Seperti dilansir Antara, Talabani meninggal di tengah ketegangan yang berlangsung antara pemerintah Baghdad dan wilayah semiotonomi Kurdistan, setelah wilayah Kurdi melangsungkan jajak pendapat kontroversial soal kemerdekaan Kurdistan dan wilayah-wilayah sengketa termasuk Kirkuk.

GNews - China mendukung upaya Pemerintah Myanmar melindungi keamanan negaranya dan menentang serangan baru-baru ini di negara bagian Rakhine, kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Tanggapan militer terhadap serangan petempur di Myanmar barat pada bulan lalu tersebut membuat lebih dari 410.000 warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, dan dinyatakan PBB sebagai pembersihan suku.

Pemerintah Myanmar mengatakan sekitar 400 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

Inggris, Prancis dan Australia pada Senin (18/9) mendesak pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengakhiri kekerasan militer terhadap Rohingya.

Penasihat keamanan negara Suu Kyi mengatakan yang melarikan diri dapat kembali ke Myanmar, namun aturannya harus dibahas lebih dulu.

Wang mengatakan kepada Guterres dalam sebuah pertemuan di PBB bahwa China "memahami dan mendukung" upaya Myanmar untuk melindungi keamanan di Rakhine dan berharap konflik dapat segera terselesaikan, demikian keterangan Kementerian Luar Negeri China, Selasa.

China mengungkapkan simpatinya kepada mereka yang telah melarikan diri ke Bangladesh dan akan mengirim bantuan kemanusiaan ke Bangladesh, ujar Wang, selayaknya dikutip Reuters.

"China menganjurkan Myanmar dan Bangladesh menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog dan konsultasi," kata Kementerian Luar Negeri China, mengutip ujaran Wang.

Selain itu, ia mengemukakan, "China bersedia untuk terus mempromosikan pembicaraan damai dengan caranya sendiri, dan berharap masyarakat internasional dapat memainkan peran yang konstruktif untuk meredakan situasi dan mempromosikan dialog," katanya.

China dan Myanmar memiliki hubungan erat di bidang ekonomi dan diplomatik, namun China membantah perkiraan bahwa demokratisasi di bekas Birma itu menyebabkan hubungan lebih lemah di antara kedua negara.


GNews - Sedikitnya 800 tenaga kerja Indonesia di Hong Kong mendeklarasikan semangat kebangsaan guna menangkal paham radikalisme dan segala upaya memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta yang hadir bersama-sama bertekad dan mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia bahu-membahu menanamkan dan mengejawantahkan jiwa dan semangat patriotik dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka menegakkan keberlangsungan NKRI, demikian pernyataan tertulis Aliansi Kebangsaan Untuk Indonesia (AKU Indonesia)seperti dikutip Antara di Beijing, Senin.

Deklarasi itu dibacakan dalam acara kuliah umum yang digelar organisasi yang didirikan para TKI di Hong Kong itu.

"Acara ini digelar untuk merespons isu mengenai keterlibatan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang telah turut serta mendukung, baik langsung maupun tidak, gerakan terorisme dan aksi-aksi kekerasan berbasis agama, suku, dan pandangan politik," demikian pernyataan AKU Indonesia.

Dalam kuliah umum yang digelar di Hong Kong, Minggu (20/8), itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memaparkan bahwa Indonesia bisa merdeka karena banyaknya orang berkorban jiwa dan raga.

"Sayangnya watak materialisme telah mengaburkan nilai-nilai kebangsaan sehingga manusia menjadi lupa akan jati diri bangsa," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Haerul Amri mengajak para WNI di Hong Kong untuk mengingat sejarah gerakan Islam di Indonesia dan kontribusinya dalam memerdekakan dan mendirikan Republik Indonesia.

Menurut dia, NKRI berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pencapaian final perjuangan seluruh rakyat Indonesia, termasuk umat Islam.

"Seluruh aspirasi umat Islam harus diletakkan dalam kerangka NKRI sebagai muahadah wathaniyyah (konsensus nasional) yang harus dijaga dan pertahankan sampai kapan pun," ujarnya.

Karyono Wibowo, peneliti senior Indonesia Public Institute, dalam kesempatan tersebut mengusulkan pentingnya revitalisasi Pancasila agar bangsa Indonesia tetap memiliki daya tahan dan tidak mudah goyah oleh paham-paham terorisme dan kekerasan berbasis agama, suku, dan pandangan politik.

Baru-baru ini para TKI di Hong Kong diresahkan oleh isu adanya sebagian dari mereka yang terpengaruh paham radikal dan menjadi ekstrimis.

Bahkan pada 26 Juli 2017, salah satu media arus utama di Hong Kong, South China Morning Post, mengutip laporan yang dirilis Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) bahwa 45 TKI Hong Kong yang mayoritas kaum perempuan terlibat kelompok ekstremis dengan mendeklarasikan kekhalifahan ISIS pada 2014.


GNews - KepolisIan Kenya telah menewaskan 11 orang dalam menangani aksi unjuk rasa di tengah kemarahan yang muncul setelah Uhuru Kenyatta terpilih lagi sebagai presiden.

Aksi-aksi protes bermunculan di kota barat Kisumu serta daerah-daerah kumuh yang mengelilingi ibu kota negara, kata sejumlah pejabat dan saksi mata, Sabtu.

Jasad sembilan pemuda yang tertembak semalam di daerah kumuh Mathare di Nairobi dibawa ke kamar jenazah di kota itu, kata seorang pejabat yang mengatakan bahwa para pemuda itu terbunuh saat kepolisian melancarkan operasi antipenjarahan.

Dalam kejadian terpisah, seorang remaja putri di Mathare tewas oleh polisi yang melancarkan tembakan "secara sporadis", kata seorang saksi mata.

Para warga daerah kumuh itu setia kepada pemimpin oposisi berusia 72 tahun, Raila Odinga. Partai Odinga menolak hasil pemilihan umum Selasa, yang mereka anggap sebagai "sandiwara".

Seorang wartawan Reuters di Kisumu mengatakan gas air mata dan peluru tajam digunakan saat petugas menghalau protes.

Kisumu merupakan pusat kekerasan etnis pascapemilihan satu dekade lalu, yang menyebabkan 1.200 orang di berbagai pelosok negeri tewas. Seorang pejabat pemerintah mengatakan satu orang tewas di wilayah itu.

Kerusuhan muncul beberapa saat setelah komisi pemilihan Kenya mengumumkan, Kamis malam, Kenyatta, 55 tahun, terpilih sebagai presiden untuk periode kedua kendati pihak oposisi menuding bahwa ada kecurangan dalam penghitungan suara.

Menteri Dalam Negeri Kenya, Fred Matiang'i, mengatakan, kerusuhan sudah diatasi. Ia menuding kerusuhan itu lebih mengandung "unsur-unsur kejahatan" dibandingkan sebagai unjuk rasa politik yang legal.

Koalisi NASA pendukung Odinga tidak memberikan bukti atas hasil pemungutan suara yang mereka tolak itu.

Kelompok pemantau utama Kenyata, ELOG, mengatakan Sabtu bahwa penghitungan suara sudah sesuai dengan hasil resmi.

Selain ada korban tewas, sejumlah petugas di rumah sakit utama di Kisumu mengatakan mereka merawat 26 orang sejak Jumat malam, termasuk empat orang yang mengalami luka tembak serta beberapa lainnya karena dipukuli polisi.


GNews: Pemberitaan media mengenai kematian saksi kunci kasus korupsi EKTP Johannes Marliem di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) diduga adalah tidak benar. Informasi dari media CBS Los Angeles (CBSLA) yang disebut berbagai media di Indonesia sebagai sumber informasi kematian Johannes ternyata tidak benar.

CBSLA sama sekali tidak pernah menyebut nama Johannes Marliem sebagai korban tewas akibat bunuh diri pada hari Kamis (10/8) di kawasan perumahan mewah Beverly Grove, Los Angeles AS.

Dugaan pemberitaan palsu atau hoax oleh media nasional tentang kematian pengusaha jasa teknologi BIometrik di Los Angeles AS itu makin menguat dengan bukti publikasi twit dari Johannes Marliem di akun media sosial Istagram.

Melalui akun medsos milikmya @JohannesMarliem, pemgusaha donatur terbesar Presiden Barack Obama itu sehari setelah diberitakan tewas menuliskan twit, "The tress are on move !" .

Kontroversi seputar kebenaran informasi tewasnya Johannes Marliem akibat bunuh diri dengan menggunakan senjata api pada hari Kamis (10/8) lalu semakin meluas. Wakil Ketua KPK La Ode Syarif sebelumnya  terlanjur telah memastikan kebenaran kematian saksi kunci pada kasus korupsi EKTP yang sedang disidik KPK. "Kami baru diberitahu pihak otoritas Amerika Serikat. Dicurigai (mati) karena bunuh diri," kata La Ode Syarif pada hari Jumat (11/8) kemarin, di Jakarta.

Namun Lao Ode Syarif tidak bersedia menyebut nama pihak otoritas AS yang telah memberi tahu KPK mengenai kematian Johannes Marliem.

Kepastian mengenai kematian Johannes Marliem pada hari Kamis (10/8) di Los Angeles AS, dari Los Angeles Department  Police (LAPD) sampai berita ini dimuat tidak diperoleh. FBI juga tidak memberi informasi apapun mengenai indentitas korban tewas akibat bunuh diri di Baverly Grove, LA.

Merebaknya pemberitaan hoax seputar kematian Johannes Marliem, menimbulkan spekulasi ada permainan kotor terselubung pada penanganan kasus korupsi EKTP oleh KPK yang melibatkan banyak pejabat tinggi dan politisi dari lintas partai.

(Jy


GNews: Sebuah ledakan bom menghancurkan dinding sebuah masjid di Minnesota, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu pagi (6/8).  Serangan bom ke mesjid di pinggiran kota Bloomington, Minnesota itu terjadi beberapa saat setelah para jamaah selesai shalat Subuh. Tidak ada korban jiwa atau terluka akibat peledakan bom tersebut, kata pejabat berwenang. Meski demikian, kalangan muslim warga kota Bloomington menjadi resah akibat teror bom yang baru pertama kali terjadi di kota itu.

Kalangan warga muslim Minnesota dan sejumlah ormas muslim AS menuntut pemerintah khususnya Presiden Trump untuk menaruh perhatian serius terhadap kasus peledakan bom yang menyasar ke mesjid.  Setidaknya, Trump diharapkan segera mengutuk tindakan terorisme yang ditujukan kepada warga muslim AS.

"Sikap diam para pejabat publik di tingkat nasional hanya akan semakin meningkatkan Islamofobia," kata Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam. Hooper menyampaikan pernyataan Dewan Hubungan Amerika-Islam yang mendesakTrump segera mengutuk serangan teroris tersebut.

Presiden Trump dikenal aktif menggunakan media sosial Twitter, platform media pilihannya untuk berkomunikasi dengan rakyat Amerika secara langsung. Trump sepanjang waktu terjadi peledakan bom dan sesudah peristiwa peledakan,  lebih memilih fokus menulis twit seputar "berita palsu". Kicauan twitter Trump ditujukan menyerang seorang senator Partai Demokrat dari Connecticut.

"Kami bertanya-tanya mengapa Presiden Trump belum mengetweet tentang aksi terorisme ini," kata Asad Zaman, direktur Masyarakat Muslim Amerika Minnesota, kepada BuzzFeed News, pada hari Minggu (7/8), sehari setelah peledakan bom mesjid.

Respon lebih cepat datang dari staf senior Presiden Trump. "Departemen Keamanan Dalam Negeri sepenuhnya mendukung hak semua orang untuk secara bebas dan aman menganut iman pilihan mereka dan kami dengan keras mengutuk serangan tersebut terhadap institusi keagamaan manapun," kata pernyataan resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri ? "Kami bersyukur bahwa tidak ada korban terluka, tapi itu tidak mengurangi sifat serius dari tindakan ini."

Koresponden New York Times White House Glenn Thrush mentweet pernyataan email dari Gedung Putih pada hari Senin (8/8). Menurut Thrush, Presiden telah diinformasikan perihal pemboman mesjid  dan sedang memantau situasi untuk saat ini."

Agen Khusus FBI yang Mengisi Rick Thornton meyakinkan masyarakat bahwa FBI benar-benar serius menyelidiki serangan teroris tersebut.

"Meskipun beruntung tidak ada korban jiwa dan kerusakan fisik dapat diperbaiki, FBI menyadari rasa sakit dan kemarahan masyarakat ketika tempat ibadah diserang dan kami akan berusaha keras untuk bertanggung jawab atas pertanggungjawaban tersebut," kata Thornton dalam sebuah pernyataan resmi FBI.

(br)


GNews: Rusia berhasil memenangkan perang di Suriah berkat kelemahan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kawasan Timur Tengah menjadi hancur porak poranda dalam enam tahun terakhir karena tidak pernah ada tindakan serius dari Amerika Serikat (AS) selama masa kepresidenan Obama untuk membantu penyelesaian perang dan konflik berdarah di sana.

Para pemimpin dan rakyat di kawasan Timur Tengah sudah lama apatis terhadap peran dan ketlibatan AS menyelamatkan nasib mereka yang menjadi korban perang.

Namun sekarang semua berubah. Selama beberapa bulan terakhir para pemimpin negara Arab dan Timur Tengah telah mengalihkan kembali pandangan mereka ke AS.  Perubahan sikap ini disebabkan menguatnya kembali peran dan keterlibatan pemerintah AS dalam penyelesaian perang dan konflik di kawasan itu sejak Donald Trump menjadi Presiden AS pada awal Februari 2017 lalu.

Obama Not Action Talk Only
Berbeda dengan karakter Obama yang gemar menabur janji surga tapi tidak pernah bertindak nyata di Timur Tengah, Presiden Trump dalam waktu sangat singkat telah menunjukan keberhasilannya menempatkan AS sebagai pelopor utama menciptakan perdamaian dan mengakhiri perang panjang di kawasan Timur Tengah. Kenyaatan ini menjelaskan mengapa Trump lebih populer dan dipuji rakyat Timur Tengah ketimbang Obama.

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri menyampaikan apresiasi rakyat Timur Tengah itu kepada majalah "The Global Politico" pada akhir kunjungan selama seminggu ke Washington, AS (31/07). "Konsekuensi yang tidak menguntungkan karena tidak bertindak",  kata Harari menjelaskan alasan kekecewaan besar rakyat Timur Tengah terhadap Barack Obama, Presiden AS 2008-2016.

Hariri menyimpulkan, selama pemerintahan Obama, AS telah membiarkan Rusia berbuat semena-mena di kawasan Timur Tengah. Di masa kepemimpinan Obama, AS tidak berusaha memcegah kebangkitan rezim otoriter Bashar Assad di Suriah. Obama hingga akhir masa jabatannya juga gagal mendorong terwujudnya kesepakatan damai Israel-Palestina.

Kejelasan sikap Presiden Trump dan pendekatan pemerintah AS yang lebih signifikan adalah alasan mengapa Hariri, para pemimpin Arab, serta rakyat Timur Tengah lebih memilih menyukai Trump ketimbang Obama, yang menurut para pemimpin Arab dicurigai memiliki agenda terselubung menghancurkan dunia Islam atau sengaja melakukan pembiaran terhadap ancaman kehancuran dunia Islam.

Aksi Nyata Trump
Sejak Trump berkuasa, AS telah melakukan pendekatan lebih tegas terhadap pendukung Suriah di Iran.  Hariri berulang kali mengemukakan kegagalan Obama dalam menekan Teheran untuk memaksa terwujudnya kesepakatan pengembangan nuklir Iran dan menghentikan dukungan Iran kepada Suriah.

Selama delapan tahun Obama berkuasa sebagai Presiden AS, ia tak mampu menghentikan perang berdarah yang berlangsung selama lebih enam tahun di Suriah, hingga perang semakin berkobar meluas ke wilayah Lebanon. Perang selama enam tahun lebih itu telah memaksa  1.5 juta rakyat Suriah mengungsi ke Lebanon. Sekitar satu juta rakyat Suriah lainnya terpaksa mengungsi ke seluruh penjuru Eropa. 

Di masa Presiden Obama, Pemerintah AS bahkan membiarkan kelompok teroris ISIS leluasa menyerang, menguasai dan membangun markas di perbatasan Suriah-Lebanon. "Ini adalah sebuah kasus yang harus diketahui dunia. Fakta Obama tidak pernah berbuat apa pun untuk membantu membebaskan dunia Arab dari ancaman dan agresi kelompok Teroris ISIS", tegas Hariri.

PM Lebanon berusia 47 tahun itu menjelaskan bahwa kebijakan Presiden Obama terkait penyelesaian perang dan konflik berdarah di Timur Tengah terjebak dalam retorika inspirasional tanpa tindakan nyata. 

"Kami tahu tindakan mereka (Obama). Kita tahu kebohongan mereka (Obama). Kita tahu apa yang mereka lakukan terhadap rakyat. Kita tahu bagaimana mereka (Obama) bertindak. Dan jika Anda mempercayainya, itu adalah kesalahan Anda bahwa Anda mempercayainya (Obama). Bagi Obama, perang tanpa akhir di Timur Tengah yang menelan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan rakyat terpaksa harus mengungsi adalah kepentingan bisnis", ujar Hariri kepada Global Politico di Washington.

AS di bawah kepemimpinan Obama terbukti tidak pernah bersikap tegas dalam menghadapi Rusia, pendukung utama rezim Assad di Suriah. Sebaliknya Trump, dalam beberapa bulan terakhir telah berbicara kepada Rusia untuk memaksa penghentian dukungan militer dan senjata Rusia kepada Suriah. Menurut Hariri, Obama turut bersalah dan harus bertanggung jawab atas kematian dan penderitaan jutaan rakyat Suriah dan Lebanon yang menjadi korban perang. 

Sekarang, menurut Hariri, Presiden Trump tidak punya pilihan selain menghadapi Moskow. "Kekuatan utama hari ini di Suriah adalah Rusia, jadi jika Anda ingin menyelesaikan masalah Suriah, Anda harus berbicara dengan orang-orang Rusia," kata Hariri. "Itu adalah konsekuensi yang tidak menguntungkan karena tidak berakting. Dan sekarang, karena mereka ada di sana, seseorang (Trump) harus berbicara dengan mereka. "

Hariri menyalahkan Obama karena kesenjangan besar antara janji "inspiratif" yang diucapkan Obama dalam pidato tahun 2009 di Kairo. Obama telah menabur berjanji bahwa AS akan melakukan pendekatan baru di wilayah Timur Tengah. Namun, ternyata terbukti "tidak ada sama sekali" upaya Obama untuk mendorong perdamaian antara Israel dan Palestina. 

Hariri putra Perdana Menteri Lebanon Rafiq Hariri, yang tewas terbunuh akibat ledakan bom mobil di Beirut 12 tahun lalu, lebih jauh menjelaskan bahwa meski beberapa pemimpin Arab menentang invasi AS ke Irak pada tahun 2003. Namun, mereka juga sangat menentang penarikan pasukan AS dari Irak tahun 2011 yang terjadi selama masa kepresidenan Obama. Keputusan Obama menarik pasukan AS di tengah-tengah kekosongan kekuasaan di Irak itu menjadi penyebab utama  Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Tidak jauh dari pernyataan Hilary Clinton sebelumnya, bahwa kehadiran ISIS tidak lepas dari peran besar dan keterlibatan pemerintah AS.

"Ketika perang dimulai di Irak," kata Hariri, "semua sekutu AS di wilayah tersebut meminta AS untuk tidak pergi ke sana. Dan saat AS mengundurkan diri, semua sekutu AS di wilayah tersebut meminta AS untuk tidak menarik diri. Dan semua sekutu AS di wilayah tersebut meminta AS berbuat sesuatu di Suriah, tapi AS tidak melakukannya. Jadi, saya percaya selama kepresidenan Obama, AS telah menyebabkan perang berdarah dan kehancuran di Irak, Suriah, Lebanon dan kawasan Timur Tengah."

Harapan para pemimpin dan rakyat Timur Tengah kini bersandar kepada Presiden Donald Trump yang mereka cinta karena telah bertindak nyata membantu terwujudnya perdamaian di kawasan Timur Tengah. 

(Jy)

Garang News - Pihak berwenang di Manus Island membenarkan informasi adanya seorang pencari suaka asal Iran yang meninggal di pusat tahanan imigrasi di sana. Seorang juru bicara Departemen Imigrasi Australia mengatakan bahwa pemerintah sudah mengetahui adanya kematian di kamp yang terletak di kota Lorengau tersebut.

Polisi masih menyelidiki insiden ini dan telah menutup area dimana mayat pria tersebut ditemukan. Koordinator pengungsi lembaga Amnesty International Graham Thom mengatakan kematian pria tersebut merupakan 'berita yang amat menyedihkan."

"Masih belum jelas apakah kematiannya disebabkan oleh tindakan sendiri atau tindakan kekerasan dari orang lain," katanya. "Kematian ini merupakan tragedi buruk yang muncul dari terus berlanjutnya ketegangan dan penderitaan di Manus Island."

"Harus ada penyelidikan independen, tidak memihak, cepat dan efektif mengenai kematiannya," kata Graham Thom.



Juru bicara urusan imigrasi dari Partai Hijau Senator Nick Mckim menyatakan Pemerintah Australia tahu pria ini menderita sakit, namun secara umum mengabaikan permintaan untuk menolong yang bersangkutan.

"Sebagai akibat pengabaian tersebut, kemungkinan saja jika permintaan dipenuhi, dia masih akan hidup hari ini," kata Senator McKim.

"Sejumlah pihak menghubungi Pemerintah Australia dan penyedia jasa medis Australia di Manus Island, meminta agar orang ini dibawa berobat ke Australia, namun tidak dipenuhi," katanya seraya menambahkan, "Ini merupakan tragedi yang bisa dihindarkan".

Menteri Imigrasi Peter Dutton telah dihubungi untuk dimintai tanggapannya.

Ada protes sebelumnya
Kematian ini merupakan yang keenam terjadi di pusat penahanan milik pemerintah Australia sejak tahun 2014, demikian menurut Australian Border Deaths Database yang dikumpulkan oleh Monash University di Melbourne.

Hal ini menyusul terjadinya protes selama beberapa hari di dalam pusat penahanan tersebut, yang menentang pemaksaan agar mereka meninggalkan kamp.

Natasha Blucher dari Asylum Seeker Resource Centre mengatakan ketegangan semakin meningkat di pusat tahanan tersebut.

"Apapun yang terjadi mengenai sebab kematian hari ini, Manus adalah tempat yang tidak aman bagi pengungsi," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kami prihatin dengan pengungsi, dan mereka yang mencari suaka yang masih berada di Manus."

Para pencari suaka ini berhadap-hadapan dengan polisi hari Jumat karena menolak meninggalkan kamp.

Kebanyakan dari 700 pengungsi di pulau tersebut menolak pindah karena mereka merasa tidak aman hidup di dalam masyarakat di PNG.


Para pengungsi di Manus Island ini sudah didesak untuk pindah secara permanen ke bagian lain kota itu, karena pusat penahanan ini akan ditutup.
Diberdayakan oleh Blogger.