GNews - Mantan presiden Irak dan pemimpin Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) Jalal Talabani meninggal dunia pada Selasa waktu setempat (3/10).alabani yang mengalami stroke dirawat di sebuah rumah sakit di Jerman setelah kesehatannya memburuk baru-baru ini. Dia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.
Talabani merupakan pemimpin veteran perjuangan Kurdi untuk mendapat hak menentukan nasib sendiri. Dilahirkan pada 12 November 1933 di Desa Kelka, dekat Kota Koy Sanjaq, Irak Utara.
Talabani yang berusia 84 tahun itu merupakan negarawan Kurdistan terkemuka serta pendiri PUK yang merupakan salah satu dari dua partai berkuasa di wilayah otonomi Kurdi. Talabani merupakan pejuang hak-hak Kurdi dan demokrasi di Irak selama lebih dari 50 tahun.
Selain bahasa Kurdi, Talabani juga fasih berbahasa Arab, Persia dan Inggris. Talabani dikenal sebagai pembawa perdamaian Irak. Ia memainkan peranan penting dalam penyatuan negara itu pada masa-masa setelah pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat menyerang Irak.
Kondisi kesehatan serta lamanya dia tak muncul di publik menyebabkan pengaruhnya menurun.
Seperti dilansir Antara, Talabani meninggal di tengah ketegangan yang berlangsung antara pemerintah Baghdad dan wilayah semiotonomi Kurdistan, setelah wilayah Kurdi melangsungkan jajak pendapat kontroversial soal kemerdekaan Kurdistan dan wilayah-wilayah sengketa termasuk Kirkuk.

Posting Komentar