Mesjid AS Dibom Teroris Trump Enggan Kutuk
GNews: Sebuah ledakan bom menghancurkan dinding sebuah masjid di Minnesota, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu pagi (6/8). Serangan bom ke mesjid di pinggiran kota Bloomington, Minnesota itu terjadi beberapa saat setelah para jamaah selesai shalat Subuh. Tidak ada korban jiwa atau terluka akibat peledakan bom tersebut, kata pejabat berwenang. Meski demikian, kalangan muslim warga kota Bloomington menjadi resah akibat teror bom yang baru pertama kali terjadi di kota itu.
Kalangan warga muslim Minnesota dan sejumlah ormas muslim AS menuntut pemerintah khususnya Presiden Trump untuk menaruh perhatian serius terhadap kasus peledakan bom yang menyasar ke mesjid. Setidaknya, Trump diharapkan segera mengutuk tindakan terorisme yang ditujukan kepada warga muslim AS.
"Sikap diam para pejabat publik di tingkat nasional hanya akan semakin meningkatkan Islamofobia," kata Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam. Hooper menyampaikan pernyataan Dewan Hubungan Amerika-Islam yang mendesakTrump segera mengutuk serangan teroris tersebut.
Presiden Trump dikenal aktif menggunakan media sosial Twitter, platform media pilihannya untuk berkomunikasi dengan rakyat Amerika secara langsung. Trump sepanjang waktu terjadi peledakan bom dan sesudah peristiwa peledakan, lebih memilih fokus menulis twit seputar "berita palsu". Kicauan twitter Trump ditujukan menyerang seorang senator Partai Demokrat dari Connecticut.
"Kami bertanya-tanya mengapa Presiden Trump belum mengetweet tentang aksi terorisme ini," kata Asad Zaman, direktur Masyarakat Muslim Amerika Minnesota, kepada BuzzFeed News, pada hari Minggu (7/8), sehari setelah peledakan bom mesjid.
Respon lebih cepat datang dari staf senior Presiden Trump. "Departemen Keamanan Dalam Negeri sepenuhnya mendukung hak semua orang untuk secara bebas dan aman menganut iman pilihan mereka dan kami dengan keras mengutuk serangan tersebut terhadap institusi keagamaan manapun," kata pernyataan resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri ? "Kami bersyukur bahwa tidak ada korban terluka, tapi itu tidak mengurangi sifat serius dari tindakan ini."
Koresponden New York Times White House Glenn Thrush mentweet pernyataan email dari Gedung Putih pada hari Senin (8/8). Menurut Thrush, Presiden telah diinformasikan perihal pemboman mesjid dan sedang memantau situasi untuk saat ini."
Agen Khusus FBI yang Mengisi Rick Thornton meyakinkan masyarakat bahwa FBI benar-benar serius menyelidiki serangan teroris tersebut.
"Meskipun beruntung tidak ada korban jiwa dan kerusakan fisik dapat diperbaiki, FBI menyadari rasa sakit dan kemarahan masyarakat ketika tempat ibadah diserang dan kami akan berusaha keras untuk bertanggung jawab atas pertanggungjawaban tersebut," kata Thornton dalam sebuah pernyataan resmi FBI.
(br)

Posting Komentar