[ads-post]

GNews - Hanya selang sehari sejak Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengancam akan membuat petisi jika pemerintah enggan merevisi Perppu Ormas yang sudah disahkan DPR menjadi Undang-Undang (UU), Presiden RI ke-6 itu mendadak berkunjung ke istana menemui Presiden Jokowi usai shalat Jumat tadi (27/10/2017).

Pertemuan Presiden Jokowi dan Ketum PD SBY di Istana Merdeka berlangsung sekitar dua jam.  SBY langsung secara diam-diam meninggalkan Istana usai pertemuan tersebut.

Tidak ada keterangan resmi dari SBY dan Jokowi usai pertemuan tersebut. Sumber dari Istana mengatakan pertemuan SBY dan Jokowi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

SBY pada kesempatan itu menyampaikan masukan langsung kepada Jokowi mengenai revisi UU Ormas, yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Pada sidang paripurna pengesahan Perppu Ormas menjadi UU, Fraksi PD memutuskan menyetujui Perppu menjadi UU bersama enam fraksi lain.

Koalisi Duet Jokowi-AHY

Di samping membahas usulan revisi UU Ormas, banyak kalangan menduga pertemuan SBY dan Jokowi merupakan bagian dari tahapan menuju koalisi pada pemilihan presiden RI 2019 mendatang. Agus Yudhoyono (AHY) disebut-sebut akan diusung SBY menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Berbeda dengan opini yang berkembang di tengah masyarakat mengenai hubungan SBY dan Jokowi yang dinilai kurang harmonis, fakta sebenarnya adalah sebaliknya.

Sumber Istana mengungkap bahwa SBY sering melakukan pertemuan dengan Jokowi tanpa diketahui publik. Hubungan kedua pemimpin bangsa itu selama ini sangat baik dan harmonis. Sehingga sangat dimungkinkan jika ada wacana untuk makin memperkuat hubungan itu dengan mengusung duet Jokowi-AHY pada pilpres 2019 mendatang.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.