[ads-post]

GNews - Pembangunan underpass Matraman-Salemba di Jakarta Pusat dipastikan molor sampai pertengahan 2018. Padahal kontraknya underpass tersebut harus rampung pada 17 Desember 2017.Proyek tersebut menyedot anggaran sebesar 118 miliar pada APBD 2016.

Akibat terlambatnya penyelesaian pembangunan underpass, kemacetan di simpang Matraman juga dipastikan berlanjut sampai 2018 mendatang. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, mengatakan, keterlambatan itu sangat merugikan merugikan warga Jakarta."Ini kan akibat ketidakcermatan kontraktor PT Jaya Konstruksi (Jakon)," kata Iman Satria saat meninjau lokasi pengerjaan, Rabu (11/10/2017).

Iman menilai perencanaan pengerjaan oleh kontraktor amat buruk. Iman juga tak membenarkan alasan dari pihak kontraktor. “Ini kan alasan mereka karena ada kabel PLN tidak bisa dipindahkan. Tapi kan seharusnya mereka mengecek semua utilitas milik PLN yang berada di bawah," kata Iman.

Iman menjelaskan, untuk membangun 9 perlintasan tak sebidang Pemprov DKI menggelontorkan anggaran Rp 1,4 triliun.

3 diantaranya untuk membangun flyover di atas perlintasan kereta api, yakni Bintaro Permai, Cipinang Lontar, dan Jalan Panjang. Lokasi lain yang juga dibangun simpang tak sebidang, yakni flyover Jembatan Tiga, Flyover Pancoran, underpass Mampang-Kuningan, underpass Matraman-Salemba, underpass Kartini, dan underpass Santa.

Namun hanya Underpass Matraman yang sudah dipastikan tak rampung. “Kami kecewa. Sebab kalau laporan rapat di Komisi D DPRD DKI bilangnya selau beres. Tapi nyatanya tidak beres,” tegas Iman.
Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu menyebut, masalah utilitas, pipa dan kabel PLN hanya alasan yang dicari-cari saja.

“Mereka kan pengalaman. Masak tak bisa lihat ada kabel dan pipa di bawah,” jelas dia.
“Sekarang mereka minta perpanjangan waktu. Kami akan pertimbangkan itu,” tambah Iman.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Bina Marga DKI, Yusmada Faizal, mengakui utilitas PLN membuat pembangunan underpas terhenti sampai tahun depan.Sebab PLN baru bisa memindahkan pada Maret 2018. “Kami terus koordinasi dengan PLN dan kontraktor. Target memang tanun ini,” jelas Yusmada.

Pelaksana Lapangan Proyek Underpass Matraman PT Jaya Konstruksi, Agung, mengatakan, kabel yang mesti dipindahkan adalah kabel SKTT PLN Pulogadung dengan kekuatan 150 KV.
Menurut Agung, saat ini pihaknya sedang menggali di lokasi kabel tegangan tinggi milik PLN berada."Sebenarnya sekarang kami hanya tinggal memasang 69 titik Borepile dari total 1.964 titik. Tapi penggalian tak bisa maksimal karena masih ada kabel itu," kata Agung.

Tapi pihak PT Jaya Konstruksi, kata Agung, masih berusaha keras tetap menyelesaikan proyek sesuai deadline, yakni 17 Desember mendatang. "Namun tetap ada kemungkinan kami meminta perpanjangan waktu," kata Agung.

Agung mengatakan bahwa PLN Pulogadung sudah 2 kali disurati terkait pemindahan utilitasnya di lokasi proyek. Surat pertama di bulan Maret 2017 dan surat kedua April 2017.
Tapi tak pernah ada proses pemindahan sampai akhirnya anggota dewan datang ke lokasi.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.