[ads-post]


GNews - Kehadiran 3 mantan Presiden pada upacara detik-detik Proklamasi di Istana 17 Agustus 2017 mendapatkan perhatian rakyat yang luas, terutama bertemunya kembali Megawati dengan SBY dalam satu acara resmi. Setelah 2 tahun berturut-turut SBY "absen", pada tahun ketiga sejak dia meninggalkan pemerintahan, tanpa banyak publikasi sebelumnya, SBY buat "surprise" yang tak diduga baik kawan maupun lawan-lawan politiknya. SBY datang dan hadir di Istana dalam peringatan kemerdekaan.

Mengamati Bahasa Tubuh dari jepretan lensa dan rekaman video bahasa tubuh mereka, termasuk sumber yang enggan disebut namanya, kelihatan bahwa jabat tangan dan pembicaraan antara jokowi dan SBY nampak "hangat". Sebaliknya antara Megawati dan SBY nampak "dingin" dan sepertinya belum cair.

Masyarakat banyak yang mengetahui bahwa Taufik Kiemas, sang suami Mega, hingga menjelang akhir hayatnya masih tetap berusaha untuk mencairkan kembali hubungan Megawati-SBY, tetapi tak berhasil.

Pihak SBY nampaknya lebih welcome dan punya keinginan untuk menjalin kembali komunikasi di antara keduanya, termasuk ketika dulu SBY menjadi presiden. Di pihak lain, sumber yang dekat dengan Megawati mengatakan bahwa sebenarnya pihak Megawati sudah tidak sekeras dulu. Artinya, masih tetap ada kemungkinan terjalinnya kembali komunikasi di antara keduanya.

Seperti sebelum-sebelumnya, jika mereka berdua kebetulan berada dalam satu forum, SBY, yang Mengapa Megawati- SBY Tetap Dingin

Masyarakat banyak yang mengetahui bahwa Taufik Kiemas, sang suami Mega, hingga menjelang akhir hayatnya masih tetap berusaha untuk mencairkan kembali hubungan Megawati-SBY, tetapi tak berhasil.

Pihak SBY nampaknya lebih welcome dan punya keinginan untuk menjalin kembali komunikasi di antara keduanya, termasuk ketika dulu SBY menjadi presiden. Di pihak lain, sumber yang dekat dengan Megawati mengatakan bahwa sebenarnya pihak Megawati sudah tidak sekeras dulu. Artinya, masih tetap ada kemungkinan terjalinnya kembali komunikasi di antara keduanya.

Seperti sebelum-sebelumnya, jika mereka berdua kebetulan berada dalam satu forum, SBY, yang merasa lebih muda, yang lebih dulu mendatangi dan menyapa Megawati. Namun, sebagaimana yang nampak dari jepretan lensa tanggal 17 Agustus 2017, jabat tangan keduanya belum "hangat". Juga tidak terjadi percakapan lebih lanjut.

Kalau belum cairnya hubungan Megawati-SBY tersebut diakibatkan oleh rivalitas dan kompetisi dalam 2 kali Pilpres yang lalu (Pemilu 2004 dan Pemilu 2009), mestinya tak harus dibawa terus dan bahkan diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.

Tapi untung, dari jepretan lensa atas bahasa tubuh antar anak-anak Presiden yaitu Ilham Habibie, Yenny Wahid, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), justru ada harapan baik. Mereka bisa berbicara dengan baik dan tampak akrab. Beberapa saat yang lalu, AHY juga sempat bertemu dan berbicara dengan Gibran anak sulung Jokowi.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.